“Ada kemungkinan kepayahan, memaksakan diri karena Jamarot ke Makkah itu juga jauh. Catatan, waktu di Arafah beliau juga diinfus karena dengan gejala yang sama beliau tiba-tiba tensi ngedrop,” ujarnya.
Sebelum meninggal dunia, jemaah itu sempat dirawat di rumah sakit, setelah dirujuk dari klinik di Mina. Sesuai ketentuan, jenazah Muhaji tidak dibawa pulang ke Indonesia dan bakal dimakamkan di Arab Saudi. Hal itu merujuk peraturan dari Pemerintah Arab Saudi.
“Almarhum sempat mendapat perawatan di klinik Mina. Namun, karena di Mina adalah bentuk pertolongan pertama kemudian di rujuk. Iya, dimakamkan di sana,” pungkasnya.
Untuk diketahui, jemaah asal Trenggalek pada musim haji 1445 H/2024 didominasi kalangan lanjut usia. Dari 530 jemaah yang berangkat, sebanyak 310 jemaah atau 58,5 persen berusia diatas 60 tahun. Sementara 41,5 persen atau sebanyak 220 jemaah berusia di bawah 60 tahun.
Dari total itu, jemaah termuda adalah Fauziah Anabela Winarahman asal RT 21/RW 08 Dusun Krebet Desa Wonoanti Kecamatan Gandusari dengan usia 18 tahun 10 bulan.
Sementara jemaah tertua adalah Katinem warga Jalan Agus Salim RT 11/RW 04 Desa Sumbergedong Kecamatan Trenggalek dengan usia 95 tahun 1 bulan.
Reporter: Angga Prasetya
Editor: Dhita Septiadarma


















