Sementara itu Kapolsek Plemahan AKP Bowo Wicaksono mengaku, sengaja mengajak para pelajar untuk melukis bersama menggunakan ampas kopi karena selama ini ampas kopi hanya dibuang dan dianggap tidak berguna lagi setelah diminum. Namun demikian, ia justru memiliki ide agar pelajar bisa banyak berkarya dan kreatif.
“Saya ajak pelajar untuk banyak berkarya bukan banyak gaya, dan banyak tindakan (action) bukan banyak keterangan (caption),” ucapnya.
Dia juga mengajak kepada mereka untuk mencegah kenakalan remaja karena banyak ditimbulkan yang notabene masih pelajar. Lewat melukis dengan ampas kopi ini, maka pelajar asal SMA Plemahan tersebut bisa lebih berkarya dan kreatif sehingga bisa menciptakan suatu produk yang baik. Walaupun ampas kopi bahan tidak berguna, tapi dengan sentuhan kreatifitas dapat menghasilkan suatu yang mempunyai nilai.
“Namanya awal mencoba pastinya mereka kebingungan. Bagi mereka pasti hal baru dan jarang ditemui, dari situlah saya berikan tata caranya sehingga mereka bisa belajar dan dapat ilmu,” tambah mantan Kapolsek Pare itu.
Tidak hanya sekedar melukis, rencananya hasil karya puluhan pelajar itu akan dipamerkan pada kegiatan di Kabupaten Kediri. Polisi asal Kabupaten Ngajuk itu menambahkan, pameran lukisan yang akan digelar tersebut bertujuan untuk mengedukasi mengedukasi pelajar-pelajar lainnya baik sejak dini hingga SMA atau SMK untuk lebih banyak berkarya.
“Dengan adanya lukisan itu, pasti orang melihat khususnya para pelajar akan tertarik untuk belajar dan berkarya,” pungkasnya.
Reporter: Rizky Rusdiyanto
Editor : Gimo Hadiwibowo



















