JAKARTA, SEJAHTERA.CO – Sebanyak 229 kelompok terbang (kloter) jamaah haji Indonesia yang berangkat pada gelombang pertama pulang melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah.
Padahal, mereka kedatangan jamaah haji Indonesia tersebut melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah.
Dikutip dari laman resmi Kemenag RI, Garuda Indonesia melakukan penyesuaian jadwal penerbangan kepulangan jamaah haji Indonesia.
Sebanyak 46 kloter jemaah haji gelombang pertama yang tiba di Arab Saudi melalui bandara di Madinah akan kembali ke Indonesia melalui Madinah juga.
“Garuda Indonesia juga turut menyesuaikan jadwal dan asal pemulangan para jemaah pada beberapa kloter,” ujar Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra.
Selain diberangkatkan dari Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah, kepulangan jamaah haji Indonesia juga ada yang diberangkatkan dari Bandara Internasional King Abdulaziz.
Atas perubahan jadwal kepulangan jamaah haji Indonesia ini, Garuda Indonesia berjanji untuk mengedepankan layanan terbaik bagi jamaah yang terdampak.
“Kami akan terus berkoordinasi bersama otoritas penerbangan serta Kementerian Agama RI jika dirasa perlu adanya penyesuaian operasional dalam memastikan kelancaran flow pemulangan para jamaaah haji Indonesia,” papar Irfan.
Ia menegaskan pihaknya juga akan mengintensifkan koordinasi dengan Kementerian Agama RI serta stakeholder terkait.
Hal itu untuk memastikan kenyamanan jamaah haji Indonesia yang terdampak penyesuaian, di antaranya dengan menyediakan akomodasi, transportasi, serta konsumsi.



















