Pada pelaksanaan rekontruksi dan rehabilitasi inilah diperlukan kerjasama lintas sektor, karena pada proses inilah akan melibatkan semua aspek, meliputi: infrastruktur, sarana prasarana, dan SDM.
Dirinya juga mengungkapkan terdapat beberapa Kajian Resiko Bencana (KRB) yang telah ditetapkan, antara lain: kekeringan, tanah longsor, cuaca ekstrem, gempa bumi, dan banjir genangan dengan potensi ancaman sedang.
Dengan digelarnya Bimtek ini, ia berharap agar personel yang tergabung dalam Jitupasna mempunyai kemampuan untuk bisa menyusun dokumen Jitupasna yang terstandarisasi.
“Harapan kami bisa merangkul pentahelix, meliputi: pemerintah, masyarakat, badan usaha, media, civitas akademika dalam satu tim untuk memberikan analisa bagaimana proses seandainya terjadi bencana pulihnya bagaimana,” tutupnya.
Sebagai informasi, kegiatan tersebut menghadirkan pemateri dari Universitas PGRI Yogyakarta dan diikuti sebanyak 24 peserta.(pkp/dia)



















