Ritual ini diadakan untuk menghormati dan mengantarkan arwah leluhur menuju keabadian, sekaligus menjadi momen untuk berbagi kebahagiaan dengan masyarakat sekitar.
“Kita mengadakan Sembahyang Rebutan atau Ulambana, sembahyang arwah, seperti itu intinya,” kata Reza.
Baca Juga : Mantan Bupati Batal Bebas, Ini Kata Kepala Lapas Kelas IIB Tulungagung
Selain sembahyang, lanjut Reza, juga ada kegiatan pembagian sembako kepada warga sekitar.
“Ada sekitar 550 paket yang kami sediakan hari ini, isinya ada nasi goreng, kue, dan terutama ada berasnya. Kita lihat juga ya, tahun ini harga beras terus naik, jadi semoga ini bisa sedikit membantu perekonomian warga, meskipun tidak seberapa,” bebernya.
Salah satu warga yang menerima bantuan, Fatimatus Zahra, mengungkapkan rasa syukurnya atas pembagian sembako ini.
Baca Juga : ULP PLN Tulungagung Temukan Puluhan Kasus Layang-layang Tersangkut Jaringan Listrik
“Tadi ngantrinya cukup lama, sekitar satu jam lebih, sempat dorong-dorongan juga,” ujarnya.
Namun demikian ia merasa senang mendapat bantuan tersebut. Terlebih saat ini harga beras cukup mahal. “Dapat beras 3 kilo ini sangat membantu, semoga kedepan bisa dapat lagi,” tutupnya.



















