Imbas Leprospirosis, Dinkes Tulungagung Temukan Satu Orang Meninggal Dunia

Imbas Leprospirosis, Dinkes Tulungagung Temukan Satu Orang Meninggal Dunia
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinkes Kabupaten Tulungagung, Desi Lusiana Wardani saat memberikan pernyataan soal kasus leptospirosis di Tulungagung.(isal/sejahtera.co)

Dua korban meninggal bekerja sebagai petani. Pekerjaan itu memiliki risiko tinggi tertular penyakit leptospirosis. Pasalnya, bakteri leptospira ini dapat menyebar ke manusia melalui kontak langsung dengan urine hewan terinfeksi atau melalui air, tanah, dan makanan.

“Karena pekerjaan petani yang ke sawah itu bersinggungan dengan kubangan air dan tanah yang bisa saja terkontaminasi urine hewan terinfeksi leptospira,” ungkapnya.

Desi menghimbau, agar petani lebih memperhatikan kebersihan setelah melakukan pekerjaan membajak sawah. Tak hanya itu, dia juga mengajak petani untuk mengenakan sepatu boot dan sarung tangan saat bekerja di sawah agar terhindar dari risiko lainnya.

Read More

Baca Juga :KPU Jombang Rekomendasikan Tiga RS, Pemeriksaan Kesehatan Paslon Pilbup

Desi juga berkoordinasi dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan serta Dinas Pertanian untuk memberikan edukasi terhadap petani dan peternak agar terhindar dari penularan. Pasalnya kedua pekerjaan ini terbilang sangat rentan terpapar bakteri leptospira.

“Contohnya seperti mencuci tangan dan kaki menggunakan sabun. Soalnya kebersihan itu penting dan menjadi perlindungan utama dari bakteri. Selain itu juga menggunakan perlindungan diri ketika di sawah, seperti mengenakan sepatu boot,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *