“Memang tidak sebagus normalnya, tapi dipastikan air untuk pertanian tercukupi dan tidak mempengaruhi hasil pertanian,” tegasnya.
Sementara itu, Kabid Tanaman Pangan dan Holtikukturan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan), Tri Budi juga memastikan air Bendungan Bendo masih mampu mengairi sektor pertanian.
“Ada di 6 kecamatan dan semua aman-aman saja. 6 kecamatan itu ada di Kecamatan Sawoo, Sambit, Jetis, Mlarak, Siman dan Ponorogo kota,” Imbuhnya.
Baca Juga :Melihat Antusias Ratusan Umat Katolik di Jombang Ikuti Misa Online Bersama Paus Fransiskus
Secara rinci ada sekitar 2.000 hektare lahan yang bergantung pada aliran bendungan Bendo. Pun, selama ini tidak mengalami kendala terutama pasokan air sejak bendungan tersebut diresmikan, meski mengalami musim kemarau.
“Sumber masih ada terus dari atas, tapi ya tidak sebesar saat musim hujan. Dengan luas lahan yang dialiri 1900 sampai 2000 hektar,” tambahnya.
Lebih lanjut, di akhir tahun ini ribuan hektar itu saat ini sudah mulai ditanami padi dan jagung. Selain itu, untuk pertumbuhan selama musim kemarau tahun aman tidak ada kendala. Kemungkinan air bendungan akan kembali terisi di bulan November sering dengan masuknya musim hujan.
“Kalau pun menyusut aman sampai November. Kemudian musim panen dan tanam perkiraan volume air sudah bertambah karena sudah memasuki musim hujan, jadi aman tidak ada masalah” pungkasnya.



















