“Pada poin peningkatan kesehatan ibu dan anak difokuskan pada upaya penurunan angkat kematian ibu melahirkan (AKI), angka kematian bayi lahir (AKB), angka kematian neonatal dan peningkatan cakupan vaksinasi. Berkaitan dengan hal tersebut pemerintah tentu berkewajiban untuk menyediakan layanan kesehatan reproduksi kepada masyarakat. Upaya pemenuhan pelayanan tersebut menjadi prioritas pemerintah yang tercantum di RPJMN tahun 2020-2024,” jelasnya.
Pada lokakarya ini, ada 5 narasumber yakni Ketua Tim Kerja Maternal dan Neonatal Laila Mahmudah, Direktur Bina Kualitas Pelayanan Keluarga Berencana Martin Suanta, Direktur Keluarga Perempuan, Anak, Pemuda dan Olahraga Bappenas Rita Erawati, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri M. Fajri dan Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Jember Koeshar Yudyarto.
Hadir pula, Asisten Deputi Peningkatan Kualitas Kependudukan dan Keluarga Berencana Kemenko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Redemtus Alfredo Sani Fenat, Perwakilan UNFPA untuk Indonesia Oldri Sherli Mukuan, Kepala Bappeda Provinsi Jawa Timur Mohammad Yasin, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Erwin Astha Triyono, Kepala DP3AK Provinsi Jawa Timur Tri Wahyuliswati, Kepala DP3AP2KB Kota Kediri Arief Cholisudin Yuswanto, Kepala Bappeda Kota Kediri Chevy Ning Suyudi, Global Affairs Canada/ Embassy of Canada to Indonesia Representative, National Programmer Manager NPCU Bappenas, serta perwakilan 27 daerah di Provinsi Jawa Timur.



















