Menurut Panji, akan dipasang water barrier di sekitar lokasi selokan sebagai pembatas.
“Selokan itu tidak ada pembatasnya, jadi ketika ada pengendara oleng pasti bisa berpotensi tercebur ke selokan. Sementara ini kami pasang water barrier sembari berkoordinasi dengan instansi terkait,” ungkapnya.
Dishub menyebut, tikungan di jalan Mayjend Sungkono itu tergolong rawan terjadi kecelakaan lalu lintas. Karena selama dua tahun terakhir, sudah ada enam kasus kecelakaan tunggal yang korbannya tercebur ke selokan.
Nahasnya, salah satu korbannya dinyatakan meninggal dunia setelah mengalami luka berat pada bagian kepala. Dia pun menghimbau agar masyarakat berhati-hati saat melintasi tikungan jalan Mayjend Sungkono dan tidak berkendara terlalu kencang.
“Hari ini mulai dipasang water barrier, sebagai langkah antisipasi sementara. Kami juga menghimbay agar masyarakat berhati-hati,” pungkasnya.



















