Mantan Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) tersebut juga merinci jika luasan hutan yang terbakar milik Perhutani mencapai 42 hektare dan 27 hektare hutan rakyat, sedangkan sisanya lahan pribadi.
Baca Juga :Populasi dan Ketersediaan Ternak hingga Akhir Tahun di Kabupaten Kediri Mencukupi
“Yang sering terbakar adalah hutan-hutan rakyat yang lahannya milik pribadi. Tradisinya pembersihan lahan cara paling simpel dibakar,” paparnya.
Masun berharap dengan banyaknya hutan atau lahan yang terbakar selama ini menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk lebih peduli serta berhati-hati agar tidak terjadi kebakaran yang merembet ke permukiman warga.
“Harus tetap berhati hati dan waspada, jangan menyebabkan terjadinya potensi kebakaran,” pungkasnya.



















