Batu, SEJAHTERA.CO – Paguyuban PKL Among Roso yang berjualan di Jalan Sultan Agung Kota Batu mendatangi Kantor DPRD Kota Batu.
Hal ini dilakukan PKL Among Roso untuk menggelar audensi terkait nasibnya yang harus digusur oleh pihak Pemkot Batu mulai 27 September ini.
Baca Juga :Berbaur dengan Masyarakat, Cak Nur Nobar Timnas di Pandanrejo
Sedikitnya ada 20 Pedagang Kaki Lima (PKL) Among Roso, yang meminta pertolongan pihak DPRD Kota Batu.
Ketua Paguyuban PKL Among Roso, Agung Eddy Prastyo mengatakan jika kehadiran para pedagang di gedung dewan ini adalah untuk memperjuangkan eksistensi mereka yang terancam tidak dapat lagi berjualan di lokasi tersebut akibat rencana pembongkaran pedestrian oleh Pemkot Batu.
“Kami inginkan solusi, bagaimana nasib kami yang sudah berjualan berpuluh tahun di situ, ekonomi kami dari situ, jika digusur apa solusinya,” tegasnya, Rabu (11/9/2024).
Baca Juga :Sah, 278 Pelamar CPNS di Lingkup Pemkot Blitar Tak Lanjutkan Pendaftaran
Perwakilan PKL Among Roso itu diterima oleh pimpinan sementara DPRD Batu, dan beberapa anggota DPRD Kota Batu.
Sementara itu, Wakil Ketua Paguyuban PKL Among Roso, Sugianto dalam penyampaian aspirasinya mengharapkan solusi dengan difasilitasi DPRD Kota Batu untuk rembuk bersama dengan jajaran Pemkot Batu.
Mereka secara tegas menolak untuk digusur dari tempat jualan yang sudah dinaunginya sekitar 25 tahun.
“Kota Batu bisa mencontoh kawasan Kayutangan Heritage, dimana PKL di kawasan Kayutangan Heritage ditata rapi oleh pemerintah. PKL tidak digusur meski ada pembangunan,” jelasnya.
Baca Juga :Elpiji Langka di Pengecer, Warga Blitar Raya Serbu Pangkalan, Antre Sejak Pukul 03.00
Selain itu ,Ketua RW 14 Kelurahan Ngaglik, Fatoni menambahkan, alasan munculnya PKL-PKL di kawasan Jalan Sultan Agung bagian barat memang diinisiasi oleh lingkungan sekitar.
Hal tersebut dilakukan agar di kawasan itu tidak dimanfaatkan oleh PKL yang datang dari luar daerah. Terlebih, kawasan ini adalah kawasan strategis, dimana PKL kawasan strategis, dan PKL sudah ada sejak 25 tahun lalu.
“Karena itu, kami tidak setuju jika ada penggusuran. Warga asli Kota Batu cari makan di rumahnya sendiri tapi diusir,” ujarnya.
Baca Juga :Satwa Liar Trenggiling yang Nyasar di Rumah Warga Trenggalek Diserahkan ke BBKSDA Jatim
Kepada perwakilan PKL dari 20 lapak yang hadir, anggota DPRD Batu, Katarina Dian Nefiningtyas mengatakan, pihaknya sebagai wakil rakyat akan membantu mencarikan solusi bagi para PKL tentang tempat berjualan bagi mereka.
Senada, anggota DPRD Batu, Hasan Abdillah menuturkan, PKL Among Roso yang diakui sudah bertahun-tahun memanfaatkan tepi jalan Sultan Agung untuk mengais rejeki.
Untuk mencari jalan keluar tentang persoalan ini pihaknya merasa perlu untuk duduk bersama antara warga dan dari pihak pemerintah kota.



















