“Alhamdulillah sudah sesuai target saya. Salah satunya saya ingin memecahkan best time saya sendiri. Dan Alhamdulillah bisaaa memecahkannya,” ujar Rezi.
Terlebih membuatnya bangga dan terharu ia bisa mendapatkan kesempatan besar, bisa turun di nomor individu.
Banyak tahapan yang dilakukan Rezi. Ia pun tidak menyangka bisa masuk dalam Puslat Selam Provinsi Jatim, sebenarnya saat ini ia sedang mempersiapkan diri mengikuti Porprov Jatim tahun 2025 mewakili Kota Batu.
“Mendadak saya ditelepon pelatih saya sebelum Pra PON lalu. Saya langsung meng iyakan karena salah satu kesempatan besar juga bagi saya. Saya tidak mau menyia nyiakan kesempatan ini,” ujar Rezi.
Baca Juga :Taylor Swift Bakal Pilih Kamala Haris – Tim Waltz pada Pilpres Amerika Serikat, Ini Alasannya
Ia pun mengikuti Pra PON, Kejurda hingga Kejurnas. Sebelum berlaga di PON, Rezi mengikuti training center di Australia selama dua bulan.
Siswa MAN Kota Batu ini membenarkan bahwa memang ada perasaan senang dan sedih yang berkecamuk. “Senangnya bisa bareng-bareng tim berlatih bersama di luar negeri, sedihnya kadang merasa capek,” ujarnya.
Porsi latihan yang harus dilahap pun begitu banyak, setiap hari ia harus latihan kolam sebanyak 4 kali selama 6 hari belum latihan darat.
“Full rest hanya hari Minggu. Tantangan terbesar memang dari diri saya sendiri. Sering minder, nervous, karena mikir, musuh saya atlet sea games. Peraih medali emas sea games,” katanya.
Baca Juga :Delapan Dusun di Kabupaten Trenggalek Raih Sertifikat Proklim Utama KLHK
“Alhamdulillah saya dimotivasi senior, pelatih pengurus , dan teman sebaya saya. Dikuatkan banyak yang mensupport, mendoakan, sehingga saya jadi optimis,” ujarnya.



















