Sesuai pendataan yang dilakukan, ungkap Robinson, kekeringan yang terjadi di Kabupaten Tulungagung ini berdampak pada 1.653 jiwa dari total 584 kartu keluarga (KK). Diketahui, proses pendataan ini masih terus berlangsung dimana kemungkinan warga yang terdampak kekeringan bisa saja lebih banyak.
Menurut Robinson, saat ini baru ada empat desa terdampak, yakni Desa Besuki, Kecamatan Besuki dengan total 168 jiwa dari 40 KK; Desa Joho, Kecamatan Kalidawir dengan total 683 jiwa dari 271 KK, Desa Banyuurip dengan 170 jiwa dari 147 KK, dan Desa Kalibatur dengan total 362 jiwa dari 147 KK.
“Proses pendataan masih terus berlangsung, saat ini yang sudah selesai terdata hanya empat desa. Jadi kemungkinan warga terdampak bisa lebih banyak dari data ini,” ungkapnya.
Baca Juga :Lansia Tewas di Kamar Kos Tulungagung, Diduga Pneumonia Akut
Terkait kekeringan, Robinson menyebut, mayoritasnya terjadi pada wilayah pegunungan selatan di Kabupaten Tulungagung. Di sana kondisi geografisnya merupakan pegunungan batuan. Hal ini tentunya menyebabkan pasokan air bawah tanah pada warga setempat berkurang akibat kemarau panjang.
Selain karena kondisi geografisnya yang merupakan pegunungan batuan, kondisi pohon tegakan pada wilayah terdampak kekeringan juga terpantau sangat minim. Maka dari itu, pihaknya meminta agar masyarakat setempat maupun pemerintah desa (Pemdes) setempat melakukan upaya menanam pohon tegakan.
Baca Juga :Peringati HUT ke-69 Polantas, Polres Blitar Gelar Baksos Salurkan Air Bersih
“Kekeringan ini harus diantisipasi melalui penghijauan terutama untuk menanam pohon tegakan, sehingga tanah-tanah pada wilayah kekeringan tidak tandus dan mampu meresap air,” pungkasnya.



















