“Agar dipahami siswa, akibat kekerasan yang terjadi bisa berakibat buruk dan trauma pada siswa. Karena siswa yang terdampak perundungan bisa bisa tidak masuk sekolah karena rasa takut,” ujarnya.
Wayan mengajak siswa untuk saling toleransi, tolong menolong, gotong royong dan saling asah, asuh dan asih. Ini akan menumbuhkan rasa kebersamaan yang dalam dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah.
Baca Juga :Kebakaran Kandang di Blitar, 17 Ribu Ayam Terpanggang, Rugi Rp 1,1 Miliar
“Secara umum kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa SDN 01 Deyeng bersama kepala sekolah dan guru. Kami harapkan sejak dini mereka harus saling menghargai dalam kegiatan di sekolah atau luar sekolah,” imbuhnya.



















