Hanya Cerita dan Tembok Bangunan Tersisa dari Kejayaan Industri Batik Ponorogo

Hanya Cerita dan Tembok Bangunan Tersisa dari Kejayaan Industri Batik Ponorogo
Salah satu rumah di Jalan Kawung yang dulunya merupakan tempat produksi batik. (sejahtera.co)

Dalam ingatannya, Budi menyebut, ada 12 rumah industri batik di jalan Kawung yang pernah beroperasi. Bahkan, Jalan Kawung, Kelurahan Kertosari dianggap menjadi kawasan elit karena sangking banyaknya rumah industri batik di kawasan tersebut.

“Motifnya macam-macam dulu yang dibuat seperti motif sidoluhur, motif sidomulyo, motif sidomukti, motif parang, motif sekar jagad, motif semen rama, dan lainnya,” urainya.

Baca Juga :Ratusan Jemaah Pengajian di Desa Krecek Badas Keracunan Massal, Diduga Imbas Makanan Kedaluarsa

Read More

Namun, setelah era kejayaan tersebut industri batik di Ponorogo tidak bertahan lama serta seolah mati. Lambat laun pengusaha batik Ponorogo gulung tikar, karena persaingan industri serta kurangnya minat penerus membangun industri batik.

Kini model-model bangunan industri batik berbentuk gudang berbata tinggi bekas lokasi pembuatan batik mudah ditemui seputaran Jalan Kawung, Kelurahan Kertosari dan Kelurahan Cokromenggalan menjadi saksi mata perjalanan batik di Ponorogo.

Baca Juga :Polres Kediri Lanjutkan Kasus Dugaan Pemalsuan Surat Ghoib, Pelapor Hadirkan Dua Saksi

“Sudah kalah karena banyaknya persaingan serta modernisasi batik cap, selain itu banyak daerah sudah punya industri batik sendiri,” tutup Budi.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *