Hanya Cerita dan Tembok Bangunan Tersisa dari Kejayaan Industri Batik Ponorogo

Hanya Cerita dan Tembok Bangunan Tersisa dari Kejayaan Industri Batik Ponorogo
Salah satu rumah di Jalan Kawung yang dulunya merupakan tempat produksi batik. (sejahtera.co)

Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Hari Batik Nasional (HBN) selalu diperingati setiap tanggal 2 Oktober. Ada ratusan jenis batik yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, setiap coraknya memiliki ciri khas tersendiri.

Baca Juga :Vila Kota Batu Dijadikan Tempat Pesta Seks Tukar Pasangan

Salah satunya yakni Kabupaten Ponorogo, yang pernah berjaya memiliki industri batik.

Read More

Bahkan, pada abad 20 Bumi Reyog pernah menjadi pusat Industri batik di wilayah mataraman dengan ratusan perajin. Identitas batik juga banyak diabadikan menjadi nama-nama jalan seperti jalan Kawung, Barong, Parang Tritis, Parang Kusumo, Parang Menang, Parang Centung, Cinde Wilis, Rumpuk, Semen Remeng, dan lain sebagainya.

Baca Juga :Jemaah Pengajian Keracunan, Dinkes Kabupaten Kediri: Sampel Makanan Korban Diperiksa di Lab

Kejayaan industri batik di Ponorogo dirasakan oleh Budi Santoso, putra pengusaha batik di jalan Kawung, Kelurahan Kertosari, Babadan yang bercerita jika saat tahun 1961 silam banyak rumah-rumah yang diubah menjadi tempat produksi batik. Bahkan sisa kejayaannya masih terlihat dari bangunan rumah.

“Dulu di sini kanan kiri semua industri batik, penguasa dan juragan semua makanya temboknya tinggi-tinggi,” ungkap Budi Santoso, Rabu (2/10/2024).

Baca Juga :Diduga Hamili Santrinya, Pengurus Ponpes Jadi Tersangka, Ini Penjelasan Kasat Reskrim Polres Trenggalek

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *