Hal senada juga diharapkan oleh Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja, Bambang Priambodo. Bambang berharap setelah selesainya riset ini, Brida Provinsi Jatim bisa memberikan rekomendasi atas kegiatan dan capaian dari Pemkot Kediri agar kedepannya program dan kegiatan yang dicetuskan bisa meningkatkan ekonomi kreatif di Kota Kediri.
Baca juga: Pemerintah Kota Kediri Hentikan Program Banmod Tahap II Tahun 2024
“Pastinya dengan dipilihnya Kota Kediri sebagai fokus riset ini sangat kita syukuri. Dengan riset ini, kita bisa mendapatkan rekomendasi mana saja program yang perlu dan bisa kita kembangkan lagi kedepannya serta mana yang harus kita prioritaskan,”ungkapnya usai membuka FGD.
Bambang sembari menyambut hangat kedatangan tim Brida Provinsi Jawa Timur juga mengatakan bahwa ada 17 sektor yang menjadi pengampu dan penopang dari ekonomi kreatif.
Dalam menumbuhkan ekonomi kreatif di Kota Kediri, Bambang mengatakan pihaknya menggandeng OPD-OPD dan beberapa lembaga lain. Dengan upaya tersebut, Pemkot Kediri berhasil mengembangkan pelaku UMKM hingga mencapai hampir 22 ribu pelaku UMKM dengan 10 ribu UMKM yang telah terdaftar NIB dan berkurangnya tingkat pengangguran terbuka setiap tahunnya, dimana angka pengangguran terbuka Kota Kediri di tahun 2021 mencapai 6,37%, di tahun 2022 turun hingga 4,38% dan terus turun di tahun 2023 hingga 4,06% serta ditargetkan turun hingga 3,75% di tahun ini. “Capaian ini sebagai salah satu tolak ukur dipilihnya Kota Kediri oleh Provinsi dalam riset ini,” pungkasnya.
Terakhir Bambang berharap dengan hasil riset tersebut Kota Kediri bisa menjadi percontohan bagi daerah lain dalam hal pertumbuhan ekonomi kreatif.


















