Kemudian, masyarakat harus segera melakukan evakuasi dengan menuju jalur-jalur evakuasi yang sudah disiapkan oleh pemerintah agar bisa menyelamatkan diri.
Baca Juga :ASN Pemkab Kediri Ikuti Workshop Pemanfaatan Aplikasi Canva untuk Menunjang Kinerja
Selain itu pada saat evakuasi, masyarakat juga hanya perlu membawa barang-barang berharga saja dan tidak membawa barang berlebih, agar tidak menghambat evakuasi.
“Pada kawasan permukiman di pesisir selatan Tulungagung sudah terdapat papan jalur evakuasi, sehingga masyarakat yang tinggal di pesisir selatan bisa menuju jalur evakuasi saat tanda-tanda megathrust mulai terjadi,” ungkapnya.
Selain itu, jelas Robinson, pada beberapa wilayah pantai di Tulungagung terdapat alat early warning system (EWS) yang sewaktu-waktu bisa berbunyi saat terjadi gempa.
Baca Juga :KPU Kota Batu Mulai Terima Logistik untuk Pilkada 2024
Alat tersebut tentunya bisa menjadi pengingat bagi masyarakat di wilayah pesisir agar segera melakukan evakuasi saat terjadi megathrust.
Selain wilayah pesisir selatan, wilayah lain yang juga berpotensi terdampak megathrust juga menjadi perhatian Pemkab Tulungagung terutama di wilayah perkotaan dan pegunungan.
Bahkan Sekda juga sudah mengeluarkan instruksi untuk membuat jalur evakuasi pada setiap gedung terutama gedung pemerintahan.
“Memang masih banyak gedung gedung yang belum memiliki jalur evakuasi, sehingga perlu dibuatkan jalur evakuasi, sehingga jika terjadi gempa, masyarakat bisa menyelamatkan diri,” pungkasnya.



















