Produk Halal Jadi Peluang Strategis, Pemkab Mojokerto Dorong UMKM Naik Kelas

Mojokerto, SEJAHTERA.CO – Di tengah persaingan pasar yang semakin terbuka, produk halal dinilai menjadi peluang strategis bagi pelaku usaha untuk naik kelas dan memperluas akses pasar, baik nasional maupun global. Karena itu, penguatan ekosistem halal menjadi bagian penting dalam arah pembangunan daerah.

Hal tersebut disampaikan Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa, saat membuka Sosialisasi Percepatan Sertifikasi Halal di Pendapa Graha Maja Tama (GMT), Rabu (29/4).

Bupati yang akrab disapa Gus Barra menegaskan bahwa sertifikasi halal kini tidak hanya menjadi kewajiban regulasi, tetapi juga kebutuhan pasar serta bentuk perlindungan bagi konsumen.

Read More

“Produk dengan jaminan halal memiliki keunggulan dari sisi kepercayaan konsumen, perluasan pasar, hingga peningkatan nilai tambah,” ujarnya.

Baca Juga :Program RTLH, Babinsa Perak Gotong Royong Bedah Rumah Warga

Ia menambahkan, percepatan sertifikasi halal sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), terutama dalam mendukung penguatan ekonomi kerakyatan.

Menurutnya, regulasi seperti Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal telah memberikan kemudahan bagi pelaku usaha, khususnya usaha mikro dan kecil.

Pemkab Mojokerto juga terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, seperti Universitas Airlangga, PT Ajinomoto Indonesia, dan Bank Indonesia, dalam mendukung program fasilitasi sertifikasi halal.

“Hingga kini, sekitar 500 sertifikat halal telah difasilitasi bagi pelaku UMKM di Kabupaten Mojokerto. Ini bukti nyata dukungan pemerintah daerah untuk meningkatkan daya saing usaha kecil,” jelasnya.

Dalam jangka pendek, pemerintah mendorong peningkatan literasi halal, pendampingan intensif, serta integrasi layanan perizinan seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal agar lebih mudah dan cepat.

Sementara itu, dalam jangka panjang, Kabupaten Mojokerto ditargetkan menjadi salah satu pusat ekonomi berbasis halal yang kuat di Jawa Timur.

Baca Juga :Perhatian untuk Lansia, Mbah Marsiyah Dapat Kursi Roda Jelang Haji

Pada kesempatan tersebut, juga dilakukan penyerahan bukti pendaftaran merek kepada pelaku industri kecil dan menengah sebagai upaya penguatan daya saing produk daerah.

Gus Barra pun mengajak pelaku usaha untuk tidak ragu mengurus sertifikasi halal, karena pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan dan pendampingan.

“Kita ingin UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mojokerto, Noerhono, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman pelaku usaha terkait pentingnya sertifikasi halal sebagai jaminan kualitas dan kepercayaan konsumen.

Baca Juga :Selama 3 Pekan, Polres Kediri Bongkar 5 Kasus Curanmor, Amankan 6 Motor

Selain itu, kegiatan ini juga mendorong percepatan sertifikasi halal bagi UKM/IKM, khususnya sektor makanan dan minuman, serta memperkuat daya saing produk lokal agar mampu menembus pasar modern dan ekspor.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *