“Pelaku menjanjikan kesembuhan dengan syarat uang dan perhiasan korban dibersihkan secara spiritual. Barang-barang tersebut diminta untuk dibungkus kain hijau bertuliskan huruf Arab dan disimpan di lemari,” tambah AKP Pitoyo.
Namun, setelah beberapa hari, pelaku tidak lagi mengunjungi korban seperti yang dijanjikan. Curiga, korban akhirnya memeriksa bungkusan kain tersebut dan mendapati bahwa uang tunai mereka telah berubah menjadi uang mainan, sementara perhiasan berharga diganti dengan rokok.
“Korban belum resmi membuat laporan, tapi kami sudah melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengejar pelaku,” tegas AKP Pitoyo.
Sementara itu, Kepala Desa Tugurejo, Siswanto, menyatakan bahwa beberapa warga lain juga mengalami penipuan serupa, namun baru dua orang yang berani melaporkan kejadian tersebut.
“Korban lainnya masih ragu untuk melapor. Pelaku mengaku sebagai kyai dan menawarkan pengobatan spiritual di masjid sebelum menjalankan aksinya,” jelas Siswanto.
Baca Juga :Golput Diprediksi Capai 50 Persen, KPU Gandeng PWI Tulungagung untuk Tingkatkan Partisipasi Pemilih
Hingga kini, pihak kepolisian masih menyelidiki kasus ini dan berupaya menangkap pelaku yang telah merugikan warga.



















