Kemarau Belum Ada Tanda-tanda Berakhir, BPBD Ponorogo Salurkan 1,2 Juta Liter Air Bersih

Kemarau Belum Ada Tanda-tanda Berakhir, BPBD Ponorogo Salurkan 1,2 Juta Liter Air Bersih
BPBD Ponorogo saat melakukan droping air bersih di wilayah Pulung. (istimewa)

Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Musim kemarau di Ponorogo belum ada tanda-tanda akan berakhir. Setidaknya dalam 3 bulan terakhir Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo telah mendistribusikan sebanyak 1,2 juta liter air ke wilayah yang mengalami kekeringan.

Baca Juga :BKPSDM Ponorogo Umumkan Jadwal Tes dan Lokasi SKD CPNS, Ada yang Tes di Luar Negeri

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo, Agung Prasetya mengatakan jika hingga pertengahan Oktober ini setidaknya ada 19 dusun yang tersebar di 17 desa dari 7 kecamatan yang mengalami krisis air bersih serta menggantungkan kebutuhan air dari bantuan droping BPBD Ponorogo.

Read More

“Secara keseluruhan ada 1.062 kepala keluarga (KK) yang terdiri dari 2.734 jiwa yang mengalami krisis air bersih,” ungkap Agung, kepada wartawan, Selasa (15/10/2024).

Baca Juga :Puluhan Badan Usaha ‘Nakal’ di Ponorogo, Belum Daftarkan Karyawannya ke BPJS Kesehatan, ini Jumlahnya

Menurut Agung, faktor geografis menjadi penyebab utama kekeringan ini, terutama di wilayah perbukitan karst. Desa-desa seperti Desa Karangpatihan Kecamatan Pulung dan beberapa desa di Kecamatan Slahung menjadi kantong-kantong terdampak paling parah dari musim kemarau ini.

“Bahkan di Dusun Dungus itu yang terdampak krisis air bersih mencapai ratusan jiwa, karena memang sumber air di desa tersebut mengering,” terangnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *