Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Kekeringan di Kabupaten Trenggalek belum tuntas, malah meluas, meskipun Bumi Menak Sopal, sebutan lain Kabupaten Trenggalek diguyur hujan lebat dua hari berturut-turut.
Baca Juga :Selebgram Diduga Kena Tipu Sewa Villa di Kota Wisata Batu
Hujan itu memicu terjadinya bencana alam di sejumlah daerah.
Merujuk data BPBD Trenggalek, daerah terdampak bencana hidrometeorologi pada 19-20 Oktober lalu, tidak sepenuhnya masuk pendataan daerah terdampak kekeringan di Trenggalek.
Baca Juga :Dua Kurir Sabu Diringkus Polres Kediri, Sebanyak 15,21 Gram Narkoba Diamankan
Bencana hidrometeorologi akibat hujan dua hari itu menyebabkan bencana alam tanah longsor dititik Desa Dukuh dan Sawahan di Kecamatan Watulimo. Kemudian, titik di Desa Jombok dan Pule, Kecamatan Pule serta 11 titik di Desa Bangun Kecamatan Munjungan.
Melihat titik itu, hanya Desa Pule yang masuk wilayah daerah terdampak kekeringan. Sementara daerah terdampak bencana lainnya tidak masuk wilayah terdampak kekeringan merujuk data BPBD Trenggalek.
Baca Juga :Kawasan Kumuh Meningkat 240 Hektare, Ini Penjelasan Disperkim Tulungagung
Dengan kata lain, mesti hujan turun dua hari berturut-turut, tidak berdampak signifikan.



















