Kediri, SEJAHTERA.CO – Polisi mengungkap identitas mayat berjenis kelamin laki-laki yang ditemukan di bawah Jembatan Wijaya Kusuma Desa Tambibendo, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Senin (21/10/2024) siang.
Baca Juga :Ratusan Personel Disiagakan saat Debat Publik Pikada Tulungagung, Ini Kata Kapolres
Kini, mayat tersebut telah dibawa pihak keluarga untuk dilakukan pemakaman.
Kapolsek Mojo, AKP Karyawan Hadi membeberkan identitas korban terungkap. “Identitas mayat adalah Solikin (45) warga Desa Sendangrejom, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan,” katanya, Selasa (22/10/2024).
AKP Karyawan Hadi menyebut, korban merupakan tukang pijat keliling. Namun, kondisinya mengalami keterbelakangan mental.
Baca Juga :Pembacok Calon Pengantin Serahkan Diri ke Polres Nganjuk, Ternyata ini Motifnya
Hasil dari pemeriksaan Tim Inafis Satreskrim Polres Kediri Kota dan petugas medis, korban meninggal dunia karena tenggelam dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Keluarga juga korban menerima sebagai musibah dengan ikhlas dan menghendaki pemakaman,” bebernya.
ekitar pukul 11.30 WIB, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga korban di RS Bhayangkara Kediri untuk dimakamkan. Menurut Kapolsek Mojo, kebiasaan korban memang sering meninggalkan rumah selama berhari-hari.
Baca Juga :Pjs Bupati Kediri Harapkan Santri sebagai Perekat Persatuan dan Kesatuan Bangsa
“Jadi korban ini pergi tanpa pamit dengan menaiki sepeda ontel, dan tau-tau pulang sendiri,” ungkapnya.
Sebelumnya, Seorang mayat berjenis kelamin laki-laki ditemukan di aliran Sungai Brantas Desa Tambibendo Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri, Senin (21/10/2024) siang. Sebelumnya, mayat tersebut sempat diketahui berada di belakang SMPN 1 Kranding Kecamatan Mojo pada Minggu (20/10/2024) malam.
Baca Juga :Uji Beban, Jembatan Semampir Ditutup Sepekan, Ini Penjelasan BBPJN Provinsi Jatim
Kapolsek Mojo AKP Karyawan Hadi mengatakan, mayat laki-laki ini ditemukan di delta aliran Sungai Brantas belakang SMPN 1 Mojo. Namun, karena aliran di sungai deras sehingga pihaknya dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri tidak bisa menjangkau untuk melakukan proses pencarian dan evakuasi.



















