“Arusnya deras akhirnya ditunda keesokan pada pagi hari,” jelasnya, Senin (21/10/2024).
Karyawan Hadi menyebut, petugas kemudian melakukan pencarian terhadap mayat tersebut, tetapi sudah tidak ada di lokasi.
Baca Juga :KPU Ponorogo Fasilitasi APK untuk Para Paslon, ini Jumlah dan Lokasi Pemasangannya
Berdasarkan informasi didapatkan, mayat itu ditemukan di aliran Sungai Brantas pada siang hari atau habis dhuhur masuk wilayah Kecamatan Ngadiluwih. Akhirnya, Unit Reskrim Polsek Ngadiluwih melakukan proses evakuasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Setelah ditelusuri dan olah TKP, masuknya di Desa Tambibendo Kecamatan Mojo,” bebernya.
Selanjutnya, korban dibawa menuju ke RS Bhayangkara Kediri untuk proses penanganan lebih lanjut. Tim Inafis Polres Kediri Kota turut melakukan olah TKP.
Baca Juga :Diduga Langgar Netralitas, Bawaslu Tulungagung Datangi ASN Dispertan
Menurut mantan Kapolsek Tarokan, sejauh ini belum ada laporan dari warga terkait sosok mayat tersebut atau kehilangan keluarganya.
Adapun ciri-ciri korban yakni tingginya sekitar 170 sentimeter, gundul, usianya masih muda diperkirakan 35 tahun, kulit kuning, dan memakai celana dalam warna merah.
“Ini masih ditangani Tim Inafis Polres Kediri Kota. Jadi kami hanya bisa sidik jari saja,” ucap Kapolsek Mojo.
Saat ditemukan, lanjut dia, kondisinya mukanya tidak bisa dikenal karena kemungkinan sudah masuk di aliran sungai dengan waktu lama. Selain itu, di tubuh korban juga ditemukan seperti ada luka memar.
Meski begitu, pihaknya belum bisa menyimpulkan lukanya akibat benturan benda keras di sungai.
“Apakah itu luka memarnya karena benturan benda keras di sungai dan sebagainya, tapi dilihat lukanya belum ada. Nanti yang menyimpulkan tim Inafis,” ungkap Karyawan Hadi.



















