Pembekalan keterampilan kerja juga diberikan agar kinerja para PMI ini bisa semakin maksimal dan mampu memberikan kepuasan bagi perusahaan yang menyewa jasanya.
Dia mengingatkan, para PMI ini menjaga identitas sebagai bangsa Indonesia dengan tidak berbuat ulah.
“Perlu ditekankan, mereka ke sana membawa kehormatan negara Republik Indonesia, sehingga kami harapkan agar mereka menjaga sikap,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Pemberangkatan PMI New Zealand, Sanjaya mengatakan, program kerja sama antara Indonesia dengan perusahaan perkebunan apel itu sudah berjalan selama 10 tahun. Kuota keberangkatan PMI ke New Zealand ini sangat terbatas, yakni sebanyak 163 orang setiap tahunnya.
Meski begitu, dia memastikan segala keperluan PMI diakomodasi perusahaan mulai kebutuhan makan hingga tempat tinggalnya. Selain itu, nantinya mereka rata-rata akan mendapatkan gaji senilai Rp 15 juta per bulannya dengan kontrak kerja tujuh bulan.
“Gaji Rp 15 juta yang didapat para PMI ini merupakan gaji bersih dan itu hanya gaji pokoknya saja, belum termasuk bonua yang didapat jika hasil kinerjanya bagus,” kata Sanjaya.



















