Konon cerita, ujar Ety, Macan Putih merupakan penjelmaan dari Sri Aji Joyoboyo yang mengubah wujudnya karena ingin lebih dekat dengan rakyatnya untuk mengetahui kondisi rakyatnya. “Harapan Saya kelak anak-anak kalau sudah besar bisa meneladani kisah Raja Joyoboyo sebagai pemimpin yang bertanggungjawab, bisa dekat dengan rakyatnya, dan berkepribadian luhur,” tandasnya.
Baca juga:Tahapan Pilkada 2024, Sebanyak 2.835 Anggota KPPS Dilantik KPU Kota Kediri
Sementara itu, Fitria Enggarsari, pemateri dari Sanggar Dieva Dance Studio Kediri, mengutarakan pelatihan gerak yang Ia ajarkan yakni Senam Kreasi Kediriku. Tak lepas dari kesenian asli Kota Kediri, Senam Kreasi Kediriku terilhami dari tari Jaranan yang dikemas dalam bentuk kontemporer, dengan tetap menggunakan Pecut sebagai properti.
“Gerakan ini kami sosialisasikan kepada Bunda-Bunda PAUD, kemudian diimbaskan untuk anak-anak Kota Kediri. Nanti saat Hari Anak Nasional kita senam bersama membawakan Senam Kreasi Kediriku untuk memecahkan Rekor MURI,” terangnya. Ia berharap melalui senam ini dapat meningkatkan kebugaran jasmani serta menambah kegiatan positif siswa kanak-kanan di Kota Kediri.



















