Namun sesuai hasil asesmen itu, hanya 54 rumah saja berhak mendapat bantuan atap seperti genteng atau asbes, sedangkan sisanya memilih untuk memperbaiki secara mandiri. Hasilnya, sebanyak 3.869 genteng dan asbes sudah diberikan kepada masing-masing penerima agar segera dipasang pada rumahnya.
“Saat kami asesmen kemarin, ternyata terdapat beberapa warga terdampak yang memilih untuk memperbaiki rumahnya secara mandiri, sehingga hasil asesmen kami hanya 54 rumah yang diberi bantuan. Total bantuan 3.869 genteng dan asbes dengan rincian 3.662 bantuan genteng dan 207 bantuan asbes,” ungkapnya.
Baca Juga :Dianggarkan Rp3 Miliar, Renovasi Masjid Annur Pare Selesai Akhir Desember 2024
Menurut Robinson, bencana hidrometeorologi yakni angin puting beliung memang harus diwaspadai terutama pada kontur wilayah yang datar. Namun berkaca pada peristiwa di Kecamatan Sendang dan Pagerwojo di kawasan pegunungan, rupanya juga terdapat potensi angin kencang.
Menurut Robin, masyarakat dihimbau untuk berhati-hati saat terjadi hujan dengan disertai angin kencang, agar tidak sembarangan memilih tempat berteduh.
Pasalnya, angin kencang berpotensi menyebabkan terjadinya pohon tumbang, sehingga masyarakat yang berteduh harus menghindari tempat yang banyak pohon.
“Kalai dijalan tiba-tiba hujan angin dan mau berteduh, lebih baik hindari tempat-tempat berteduh yang dekat pepohonan, karena rawan terjadi pohon tumbang,” pungkasnya.



















