Dalam papan peringatan itu, menekankan kepada pengguna jalan agar menggunakan gigi rendah saat melintas di jalur ekstrem wilayah KM 17 itu.
Sebab jalan penghubung dua daerah itu terkenal dengan jalur yang memiliki banyak tanjakan-turunan berkelok, serta tikungan tajamnya.
“Kondisi itu rentan menyebabkan kecelakaan, selain faktor kendaraan maupun kelalaian pengemudi itu sendiri,” imbuhnya.
Di samping itu, pihaknya bakal meningkatkan intensitas patroli di titik rawan kecelakaan serta memaksimalkan sosialisasi kepada masyarakat. Pihaknya mengimbau kepada pengguna jalan untuk lebih berhati-hati dan waspada saat melintas di jalur itu.
Baca Juga :Tiga Tahun Jalan Desa Sepawon Rusak Parah, Belum Ada Perbaikan
“Kemudian tidak memaksakan diri, jika dirasa lelah atau sekadar mendinginkan mesin kendaraan bisa beristirahat di beberapa rest area atau warung setempat. Alon-alon seng penting slamet,” pungkasnya.


















