“Karena kalau melihat keuangan kita tidak mungkin menutup sekali tahun anggaran, butuh Rp 250 miliar,” kata Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi.
Lewat tiga kali penganggaran itu, pihaknya berharap kerusakan jalan di Trenggalek dapat tertuntaskan. Target jangka pendek itu dilakukan mengingat kelaikan jalan mempunyai jangka umur sehingga tidak gali lubang tutup lubang. Artinya satu sisi diperbaiki, sisi lainnya sudah rusak.
Baca Juga :Lagi ! Longsor Jebol Tembok Rumah Warga Trenggalek
“Maka dari itu kita dorong peningkatan alokasi anggaran, dari sebelumnya Rp 41 miliar menjadi Rp 70-80 milar-an lebihlah dalam setahun. Kita rasionalkan tiga tahun,” imbuhnya.
Dengan begitu, jalan rusak di Kabupaten Trenggalek berangsur-angsur membaik sehingga memudahkan mobilisasi masyarakat dalam menggerakkan perekonomian. Kemudian akses itu diyakini sejalan dengan peningkatan perekonomian masyarakat.
Baca Juga :Satgas Pangan Kabupaten Kediri Pantau Ketersediaan Pangan Jelang Nataru
“Kalau jalannya mudah, aksesnya mudah maka perekonomian juga lancar,” pungkasnya.



















