Kediri, SEJAHTERA.CO – Dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Nasional 2024, Dinas Pendidikan Kota Kediri berkomitmen memberi ruang ekspresi untuk penyandang disabilitas melalui “Gebyar Inklusi Hebat” dengan tema Menggali Potensi Meraih Prestasi“ yang di gelar di Halaman Dinas Pendidikan pada, Rabu (4/12/2024).
Baca Juga :Partisipasi Suara Masyarakat Turun, Komisioner KPU Ponorogo: Ini Penyebabnya
Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, Anang Kurniawan dalam Gebyar Inklusi Hebat ini mengungkapkan, peringatan Hari Disabilitas Internasional ini bukan hanya sekedar seremonial. Tetapi merupakan momentum untuk terus berupaya mewujudkan pendidikan inklusif di Kota Kediri. Sejalan dengan tema tahun ini, Menggali Potensi Meraih Prestasi.
Dinas Pendidikan Kota Kediri terus berkomitmen menghadirkan ruang berekspresi dan kesempatan yang sama untuk mengeksplorasi bakat serta potensi anak-anak hebat ini. Penyandang disabilitas harus memperoleh kesempatan yang sama dan luas untuk mendapat pendidikan yang layak. Serta kesempatan yang luas untuk berprestasi.
“Untuk itu Gebyar Inklusi Hebat ini menjadi bentuk nyata dari komitmen kita. Untuk menciptakan Kota Kediri yang inklusif. Semua warga tanpa kecuali berhak untuk belajar, berprestasi dan berkontribusi dalam masyarakat,” ungkapnya
Baca Juga :Tiga Anggota Keluarga Guru di Desa Pandantoyo Diduga Dibunuh
Hal senada juga disampaikan Kepala Bidang Pembinaan (Pendidikan Anak Usia Dini) PAUD dan Pendidikan Non Formal (PNF), Sulton Arfian mengatakan, Gebyar Inklusi Hebat ini menjadi ajang untuk sarana ekspresi diri dan mengembangkan bakat dan potensi yang mereka miliki, sehingga menambah kepercayaan diri walaupun menyandang kekurangan dan keterbatasan.
“Ajang ini sebagai sarana untuk mengekplorasi bakat dan minat tersebut, dengan menampilkan karya-karya mereka,”ujarnya.
Sulton Arfian menambahkan, tujuan diadakannya Gebyar Inklusi Hebat ini juga untuk meningkatkan kesadaran dan membangun pemahaman masyarakat tentang pentingnya kesetaraan hak dan kesempatan bagi penyandang disabilitas, khususnya di bidang pendidikan, serta menghapus stigma negatif.
“Kami berharap kegiatan ini dapat membantu mendorong dan mengakses layanan pendidikan yang berkualitas dan ramah khususnya penyandang disabilitas,”tambahnya.



















