Itu dilakukan mempercepat mobilisasi Alat Material Untuk Siaga (AMUS), serta membuat saluran air supaya tidak mengarah ke jalur KA.
“Normalisasi jalur ini meliputi penguatan jalan rel, normalisasi saluran, hingga tindakan antisipasi lain agar tidak terjadi longsoran di jalur KA pada lintas tersebut,” ucapnya.
Dikatakannya, pada beberapa titik kejadian tersebut, secara bertahap dapat dilewati oleh KA dengan kecepatan normal. Hingga akhirnya perjalanan KA dapat berjalan sesuai kecepatan yang ditentukan.
Baca Juga :Sepuluh Perlintasan Kereta Api Berpalang Pintu Dibangun di Tahun 2024
Saat ini, lanjutnya titik lokasi jalan rel yang terdampak banjir dan longsor di petak jalan antara Stasiun Pogajih – Stasiun Kesamben dapat dilewati oleh KA sesuai dengan kecepatan normal banjir di kilometer 86+9/0, pada Kamis (5/12) pukul 16.05 dapat dilewati normal 60 kilometer per jam.
Titik longsor di kilometer 87+8/9 pada Selasa (3/12) pukul 17.30 WIB dapat dilewati normal 60 kilometeer per jam. Longsor di kilometer 87+4/5 pada Selasa (3/12) pukul 17.30 dapat dilewati normal 60 kilometer per jam dan longsor di kilometer 93+6/7 pada Rabu (4/12) pukul 14.00 WIB dapat dilewati normal 60 kilometer per jam.
Baca Juga :Pemkab Trenggalek Upayakan Pemulihan Dampak Bencana Alam
Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada para pihak di antaranya TNI/Polri, kecamatan, serta warga yang berkolaborasi dan turut membantu serta memberi dukungan kepada para petugas selama melakukan perbaikan.



















