“Dengan patung yang meliuk-liuk seperti itu tentu berpengaruh terhadap pekerjaan. Tapi kita tetap berupaya sesuai timeline yang sudah ditentukan, mudah-mudahan pekerjaannya sesuai harapan,” jelasnya.
Baca Juga :Truk Alat Berat di Malang Sruduk Motor dan Tiang, Diduga Rem Blong
Lebih lanjut, nantinya setelah pekerjaan tahap pertama tuntas, berikutnya ia kembali memikirkan agar ada kegiatan pariwisata di lokasi MRMP itu, meskipun seluruh tahapan pembangunannya belum tuntas 100 persen.
Salah satunya akan mulai menghimpun benda-benda koleksi museum. Terlebi MRMP diproyeksikan menjadi objek wisata baru di Bumi Reog. Termasuk kawasan one stop service wisata, sehingga bisa menjadi jujukan wisatawan dari berbagai daerah
Baca Juga :Persiapan Operasi Lilin Semeru 2024, Polres Batu Identifikasi Black Spot Jelang Nataru
“Meskipun nanti belum jadi secara keseluruhan, tapi sudah bisa menjadi destinasi wisata, baik museum maupun monumennya. Kita akan berupaya mengemasnya menjadi produk yang bisa kita jual untuk dikunjungi wisatawan, sehingga bisa menambah pendapatan asli daerah (PAD) dan memberikan dampak bagi masyarakat sekitar dari sisi ekonomi,” pungkas Judha.



















