Kediri, SEJAHTERA.CO – Tingkat kesadaran warga untuk tidak membuang sampah sembarangan dinilai sangat minim. Hal itulah menjadi salah satu dampak terjadinya banjir.
Baca Juga :Enam Kecamatan Terdampak Bencana Hidrometeorologi, BPBD Tulungagung: Tetapkan Status Tanggap Darurat
Dalam beberapa bulan terakhir, banjir sempat terjadi di wilayah barat sungai Kabupaten Kediri seperti Desa Bakalan, Kecamatan Grogol, Desa Tiron dan Desa Manyaran, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri.
Kepala BPBD Kabupaten Kediri, Stefanus Djoko Sukrisno mengatakan, beberapa waktu lalu terjadi banjir luapan sungai terutama di wilayah Kecamatan Banyakan, Grogol, dan Papar. Hal itu terjadi karena akibat debit air yang meningkat dan curah hujan tinggi hingga warga membuang sampah di aliran sungai.
Baca Juga :Seribu Personel Disiapkan Antisipasi Bencana Hidrometeorologi
Sedangkan, banjir tersebut juga menggenangi askes jalan dan permukiman warga.“Kesadaran warga untuk tidak membuang sampah di aliran sungai sangat minim. Apalagi debit air tinggi sehingga sampah menyumbat di dam, maka terjadilah banjir luapan,” katanya, Selasa (10/12/2024).
Menurut Djoko, ada beberapa titik tanggul jebol karena terkikis dan tidak mampu menahan debit air yang semakin bertambah.
Baca Juga :Warga Blitar Ditemukan Meninggal di Kali Lahar Kelud
Namun, pihaknya berkoordinasi langsung dengan Dinas PUPR untuk dilakukan pemasangan dan dibenahi.
Oleh karenanya, pihaknya meminta kepada masyarakat agar meningkatkan kesadaran untuk tidak membuang sampah di aliran sungai.
“Kami juga sudah bentuk tim siaga bencana desa sudah. Mereka kita latih bagaimana mengenali potensi ancaman bencana di desanya, mengevakuasi dan penanganan pasca bencana,” bebernya.
Baca Juga :Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana, Pemkab Kediri Fokus Hadapi Potensi Hidrometeorologi
Selain banjir, lanjut Djoko, bencana tanah longsor dan angin puting beliung juga menjadi atensi bagi BPBD Kabupaten Kediri karena seperti tahun lalu sempat terjadi di dua titik Desa Jugo dan Desa Petungroto Kecamatan Mojo.
Sedangkan, angin kencang tersebut sempat terjadi di wilayah Kecamatan Plosoklaten dan Ngancar.
Baca Juga :Kasus Penyelewengan Dana BOS, Kejari Ponorogo Kembali Sita 3 Bus Pariwisata Milik SMK 2 PGRI
“Kalau potensi rawan longsor ini di wilayah Kecamatan Mojo dan Semen. Itu menjadi atensi bagi kami,” ungkapnya.



















