Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Demi mengantisipasi bencana hidrometeorologi di Tulungagung, ribuan petugas gabungan disiagakan untuk melakukan penanganan bencana. Selain itu, sejumlah desa tanggap bencana juga sudah dibentuk pada lokasi rawan bencana.
Baca Juga :Truk Alat Berat di Malang Sruduk Motor dan Tiang, Diduga Rem Blong
Pj Bupati Tulungagung, Heru Suseno mengatakan, selama tiga bulan ke depan Kabupaten Tulungagung akan rawan terjadi bencana hidrometeorologi seperti banjir, angin kencang dan tanah longsor. Bahkan pada bulan Desember 2024 dan Januari 2025, disebut-sebut merupakan puncak musim penghujan di Tulungagung.
Pihaknya sudah menyiapkan sebanyak 1000 personel gabungan yang terdiri dari BPBD, Damkar, Dishub, tenaga kesehatan (Nakes), TNI-Polri hingga relawan bencana dalam penanganan bencana. Dimana mereka akan disiapkan untuk segera melakukan penanganan ketika terjadi bencana di Tulungagung.
Baca Juga :Warga Blitar Ditemukan Meninggal di Kali Lahar Kelud
“Hari ini sudah kami siapkan personel gabungan sebanyak 1000 orang yang akan bahu membahu dalam menangani bencana di Tulungagung,” kata Heru Suseno, Selasa (10/12/2024).
Sesuai data, sepanjang tahun 2024 sudah ada 16 kali peristiwa tanah longsor pada lokasi rawan seperti Kecamatan Sendang dan Pagerwojo. Selain itu, ada pula laporan peristiwa angin kencang atau puting beliung sebanyak 36 kali, serta terdapat beberapa peristiwa banjir bandang maupun banjir biasa.
Baca Juga :Kelompok Petani Kopi di Kediri Terima Sertifikat Organik



















