“Awalnya plengsengan berada di utara sekolah amblas, dan puing-puingnya menutup aliran sungai, lalu aliran air deras menggerus fondasi yang berada di bawah halaman sekolah,” katanya, Rabu (18/12/2024).
Menurut Daeng, saat kejadian memang terdapat siswa yang melaksanakan kegiatan pramuka, namun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Tak hanya itu, pihaknya juga melakukan upaya pencegahan untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan.
Baca Juga :Komoditas di Pasar Murah Ludes Terjual, Ini Kata Kepala Disperdagkum Poonorogo
“Petugas sudah memasang garis pengaman. Itu untuk mencegah murid-muridnya mendekat ke area tersebut,” ucapnya.
Sementara itu, untuk mencegah semakin parahnya tanah yang tergerus, petugas dari Dinas PUPR Kota Kediri melakukan upaya dengan cara memasang bronjong pada plengsengan yang amblas akibat kejadian tersebut.


















