Baca Juga :Peringatan 1 Abad Ponpes Al Falah Ploso, Ribuan Pengendara Scooter Sarungan Melintas Kediri
Agus menjelaskan, pohon tumbang menjadi kejadian yang paling banyak. Ini karena Kota Blitar diakui atau tidak masih banyak pepohonan. Utamanya di pinggir jalan. Pihaknya pun kerap koordinasi dengan instansi terkait untuk antisipasi atau mitigasi.
Salah satunya dengan menebang pohon yang rawan tumbang. Selain itu, juga meminta kepada warga yang memiliki pohon rawan tumbang, untuk mengurangi ranting atau menebang. “Kalau pohon di pinggir jalan, kami aktif untuk control. Ketika ada yang rawan tumbang, langsung kami koordinasi dengan dinas lingkungan hidup untuk dipotong,” katanya.
Baca Juga :Jadi Tuan Rumah Liga 4 Grup P Jawa Timur, Stadion Batoro Katong Ponorogo Mulai Kebut Sarpras
Dia menambahkan, untuk genangan air dalam beberapa tahun ini sudah jarang terdengar. Pertigaan Jalan Anggrek yang selama ini menjadi langganan banjir, juga sudah tak ada genangan. Ini karena sudah dibangun selokan berukuran besar untuk mengurangi debit air. Ketika ada hujan deras langsung mengalir deras sehingga tak banjir.



















