Menurutnya, dampak iklim basah atau musim hujan mulai akhir 2024 kemarin mengakibatkan produksi jagung kurang sesuai dengan harapan.
“Harga jagung turun naik adalah hal biasa. Kami hanya berharap pemerintah bisa ikut menstabilkan harga jagung saat ini. Saat suasana seperti musim hujan proses pengeringan lama karena kondisi jagung masih basah,” jelasnya.
Baca Juga :Enam Pelaku Jaringan Perdagangan Bayi Kota Batu Terungkap, ini Peran Para Pelaku dan Motifnya
Meski harga sedang turun, Kus mengaku akan menanam jagung lagi. Dia memperkirakan, hasil panen bisa didapatkan kurang lebih sepekan menjelang Lebaran Islam, akhir Maret mendatang. Kus berharap nanti harga jagung kembali naik menjelang lebaran dan petani diuntungkan.(bak)
Editor: Dhita Septiadarma



















