Penyebab Wabah PMK di Nganjuk, Kabid Peternakan: Penjual Sapi Diduga Menjual Sapi Sakit

Penyebab Wabah PMK di Nganjuk, Kabid Peternakan: Penjual Sapi Diduga Menjual Sapi Sakit
Siti Farida, Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk. (inna/sejahtera.co)

Nganjuk, SEJAHTERA.CO – Siti Farida, Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk mengungkap, penyebab merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Nganjuk salah satunya ada pedagang nakal yang menjual hewan sakit.

Baca Juga :Wabah PMK di Wilangan 2 Minggu 10 Sapi Mati, Peternak Rela Tidur di Kandang

Ia melanjutkan diduga peternak ogah rugi setelah tahu ternaknya sakit kemudian menjual dengan harga murah kepada pedagang sapi di pasar, sehingga rentan terserang virus PMK.

Read More

Oleh pedagang sapi akan diobati supaya terlihat sehat. Pada masa pemulihan itu sapi kemudian laku kemudian dibawa pulang oleh pembeli. Otomatis setelah itu akan menular pada ternak lainnya.

“Sapi yang sakit dijual, karena peternakan khawatir kalau ternaknya mati lalu dilalulintaskan kadang dibawa ke pasar. Kemudian dibeli pedagang diobati. Pada masa penyembuhan karena sudah tidak terlihat gejala klinis lalu di jual ke masyarakat. Karena belum sembuh total akhirnya menular ke hewan-hewan terbak,” ungkapnya, Rabu (8/1/2025).

Baca Juga :Gelar Malam Apresiasi Pilkada Damai 2024, KPU Kabupaten Kediri Bangga Partisipasi Pemilih Capai 72,15 Persen

Ia mengatakan kesulitan untuk mencegah penyebarannya lantaran terbatas kewenangan karena mengurus perdagangan ternak merupakan tugas dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).

“Mencegah lalulintas kalau men-stop kami tidak punya kewanangan. Karena kewenangan ada di disperindag. Kita tidak ada pos-pos untuk pemantauan kesehatan hewan,” jelasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *