Ditanya kenapa tiga pangkalan langganannya sampai tidak ada yang kirim tabung melon sehari sebelum HET naik?, Gilang Deka juga tidak tahu.
Baca Juga :Mulai Februari, Stasiun Blitar Terapkan Jadwal Perjalanan Baru
Mungkin ditimbun?. Dia juga kurang tahu persis. Kalau menimbun satu saja tabung LPG 3 kg saja, kata pangkalan, resikonya berat.
“Langsung diputus hubungan kerja. Itu kalau ketahuan,” ujar Gilang menirukan ucapan dari pengelola pangkalan.
Seperti dilansir SEJAHTERA.CO, Senin (13/1/2025), kabar baru bahwa HET LPG 3 kg di Kabupaten Kediri bakal naik, menjadi Rp 18 ribu pertabung di pangkalan.
Sebelumnya, HET LPG 3 kg di pangkalan wilayah Kabupaten Kediri sebesar Rp 16 ribu lalu toko menjual secara bervariasi, ada yang Rp 17 ribu hingga Rp 18 ribu.
Baca Juga :Separuh Jalan Penghubung Dua Kecamatan di Ponorogo Ambles
Harga di toko ini juga bisa tergantung situasi. Kalau kondisi langka, harga bisa melonjak tak terkendali, antara Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu pertabung.
Sementara untuk HET LPG baru, Rp 18 ribu yang diumumkan lewat WhatsApp, pihak toko belum menentukan harganya nanti. Apakah Rp 19 ribu atau Rp 20 ribu.
“Ya, kami masih melihat situasi atau toko-toko yang lain nanti menjual berapa,” kata Malikha, pemilik toko pracangan di wilayah Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri.
Pemberitahuan atau rencana naiknya HET LPG 3 kg ke toko-toko dilakukan pangkalan lewat WA. Mulai tanggal 15 Januari 2025, HET LPG 3 kg naik menjadi Rp 18 ribu.



















