Kediri, SEJAHTERA.CO – Sehari menjelang diberlakukan harga eceran tertinggi (HET) LPG 3 kg, sejumlah pangkalan di sebagian wilayah Kabupaten Kediri sepertinya “tiarap”.
Mereka, pemilik pangkalan LPG 3 kg di sebagian wilayah Kabupaten Kediri, sepertinya, tidak memasok ke pengecer atau toko langganannya dengan berbagai dalih.
Baca Juga :Korsleting pada Aki, Mobil Corolla di Blitar Ludes Tinggal Kerangka Dilalap Api
Ada yang mengatakan, hari ini, Selasa (14/1/2025) kemarin, LPG 3 kg kosong alias tidak ada kiriman atau memang tidak oder. Otomatis tidak dapat mengirim ke pengecer.
Pangkalan lain, di desa lain, kata salah satu pemilik toko atau pengecer LPG 3 kg, juga demikian, tidak dapat kirim ke pengecer.
Alasan pemilik pangkalan di wilayah Kecamatan Gampengrejo ini, merasa tidak enak atau sungkan dengan pemilik pangkalan atau takut dobel kiriman.
Baca Juga :Selama Tahun 2024, Kasus DBD Mengakibatkan Lima Kematian, Ini Data Dinkes Kabupaten Kediri
“Padahal, selama ini, dua pangkalan itu silih berganti saling mengisi dan tidak ada masalah,” kata pemilik toko, Gilang Deka, Kamis (15/1/2025).
Ketika dikatakan bahwa pangkalan yang satu sudah menyatakan hari kosong, pangkalan tersebut tidak memberi jawaban. “Ya pikir saya, mungkin kosong juga,” ujar Gilang Deka.
Sementara itu, pemilik pangkalan di kawasan Kecamatan Ngasem, juga tidak mengelilingkan LPG 3 kg dan menjanjikan hari Kamis (15/1/2025) akan dikirim.
Baca Juga :Kiai Diduga Lecehkan Dua Santri Wati, Korban Masih Kelas 3 Sekolah Dasar
Pemilik pangkalan ini juga menginformasikan jika mulai besok (hari ini) HET LPG 3 kg naik menjadi Rp 18 ribu per tabung.
“Dia pun, pemilik pangkalan juga menginformasikan jika rata-rata toko langganaNnya akan menjual LPG 3 kg seharga Rp 20 ribu per tabung,” katanya.



















