“Desa Sendang ada 6 titik lebar 2 hingga 8 meter, lalu Desa Bringinan 1 titik lebar 15 Meter dan di Purworejo 1 titik lebar tanggul 10 meter,” terangnya.
Pihaknya mengatakan, akan segera melakukan penutupan tanggul yang jebol. Pasalnya diprediksi hujan masih akan mengguyur wilayah Ponorogo hingga akhir Februari mendatang, dikhawatirkan jika tidak segera tertangani banjir akan kembali terjadi.
“Sementara laporan kita hanya lahan pertanian yang terendam, kalau sampai ke pemukiman warga tidak, tapi akan segera kita tutup tanggulnya,” pungkas Masun
Baca Juga :Lampu Teplok Sambar Kayu, Rumah di Blitar Hangus Terbakar, Rugi Rp10 Juta
Sementara itu, Kades Purworejo Didik Subagyo mengatakan, di desanya ada lebih dari 30 hektare sawah yang terendam. Rata-rata tanaman padi masih berumur 1 bulan, jika dalam beberapa hari tidak surut maka dipastikan akan gagal panen.
“Kalau di gabung dengan desa sekitar sini itu ada kalau 100 hektare, kalau kerugian bisa ratusan juta, karena 1 hektare itu kan tujuh kotak. Kalau 1 kotak saja membutuhkan biaya tanam sekitar Rp 1 juta, ya tinggal dikalikan saja, kerugiannya ya bisa ratusan juta rupiah,” pungkasnya.



















