“Perjalanan dari Ngawi ke Blitar sekitar 4 jam. Yang jelas begitu tiba nanti langsug dimakamkan, keluarga sudah siap memakamkan,” katanya.
Baca Juga :Sindikat Curanmor Spesialis Acara Sound Horeg Dibekuk Satreskrim Polres Batu
Hal sama juga diutarakan Nur Khalim, orang tua kandung Uswatun Khasanah. Ketika pulang ke Blitar sempat ngobrol kerja di Tulungagung. Kerja bantu jualan. Hanya saja jualan apa tak mengetahui. Bahkan statusnya di Tulungagung sudah keluarga lagi atau belum juga tak tahu. “Pernah nikah dan gagal. Selanjutnya saya tak tahu,” katanya.
Mayat korban mutilasi yang jasadnya dimasukkan di koper dan dibuang di Ngawi benar warga Blitar. Saat ini keluarga tengah menunggu kedatangan jenazah. Seperti diketahui, sebuah koper berisikan mayat perempuan tanpa busana ditemukan seorang warga yang tengah membuang sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tepatnya di sebuah selokan Desa Dadapan, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi.
Baca Juga :Bhabinkamtibmas Dampingi Petugas Keswan DKPP Kabupaten Kediri Vaksinasi Ternak
Sosok mayat perempuan berlapiskan selimut di dalam sebuah koper merah yang ditemukan pada Kamis (23/1/2025) tersebut sontak membuat geger warga sekitar.
Ali Usman, salah seorang saksi mata menjelaskan bahwa saat membuang sampah, dia melihat sebuah koper besar berwarna merah di dalam selokan.



















