Jombang, SEJAHTERA.CO – Curah hujan yang masih tinggi di awal tahun ini memberikan dampak serius bagi petani cabai di Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Kondisi ini dirasakan oleh Suyanto (48), seorang petani di Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang. Ia mengeluhkan bahwa sejak musim hujan terus berlanjut, hasil panen cabainya menurun drastis.
Baca Juga :Kasus Mutilasi Uswatun Khasanah, Polda Jatim Terus Lakukan Pengembangan
“Biasanya setiap lima hari sekali saya bisa memanen hingga 70 kilogram cabai. Sekarang paling banyak hanya 40 kilogram, itu pun kualitasnya kurang bagus karena banyak yang rusak atau busuk akibat hujan,” ungkap Suyanto saat ditemui di lahan pertaniannya, Rabu (29/1/2025).
Masalah yang dihadapi Suyanto bukan hanya soal jumlah hasil panen yang menurun, tetapi juga serangan hama yang semakin parah di musim hujan. Hama lalat buah menjadi momok utama bagi petani cabai. Hama ini menyebabkan banyak cabai menjadi busuk sebelum sempat dipanen.
Selain kerugian akibat hasil panen yang menurun, harga jual cabai di tingkat petani juga menjadi masalah yang dirasakan.
Baca Juga :Pameran Seni Lukis Ali Shodiqin Hadir di WSG Kota Kediri, Suguhkan Karya Penuh Makna
Menurut Suyanto, saat ini harga cabai di tingkat petani berkisar antara Rp40.000 hingga Rp45.000 per kilogram. Namun, harga tersebut dirasa tidak sebanding dengan harga cabai di pasaran yang bisa mencapai Rp80.000 hingga Rp100.000 per kilogram.
“Kami sebagai petani merasa seperti dipermainkan. Harga di lapangan jauh lebih tinggi dibanding harga yang kami terima. Padahal, ongkos produksi kami semakin mahal, apalagi di musim hujan seperti ini,” keluhnya.



















