Menurut Suyanto, kenaikan harga cabai di pasaran saat musim hujan memang sudah menjadi hal biasa. Namun, ia berharap ada kebijakan yang bisa menjembatani kesenjangan harga antara tingkat petani dan pedagang agar petani tidak terus merugi.
Baca Juga :Alfinsyah Bustami Alias Komeng Kunjungi IKN, Sudah Mendapat Ruangan Yang Istimewa, Apa Itu…?
Musim hujan yang panjang ini tidak hanya memengaruhi produktivitas tanaman cabai, tetapi juga meningkatkan biaya perawatan. Tanaman cabai membutuhkan perhatian ekstra untuk mencegah kerusakan akibat genangan air atau serangan hama.
“Cabai ini kalau terlalu banyak air bisa rontok bunganya. Kalau sudah begitu, ya buahnya tidak bisa maksimal. Ditambah lagi dengan serangan hama lalat buah, kami harus lebih sering menggunakan pestisida. Biayanya jadi tambah besar,” jelas Suyanto.
Suyanto juga menyebutkan bahwa banyak petani di daerahnya yang mengalami kondisi serupa. Mereka berharap pemerintah atau dinas terkait bisa memberikan solusi, misalnya dengan memberikan subsidi pestisida atau mendukung pengelolaan pasar agar harga cabai lebih stabil.
Melihat curah hujan yang diperkirakan masih akan tinggi dalam beberapa pekan ke depan, Suyanto dan petani lain di Jombang hanya bisa pasrah. Mereka berharap ada perhatian lebih dari pemerintah untuk membantu petani mengatasi dampak musim hujan ini.
“Kalau begini terus, kami benar-benar susah. Sudah hasil panen berkurang, harga juga tidak sesuai harapan. Kami butuh solusi, supaya musim hujan ini tidak jadi musim kerugian bagi kami,” pungkasnya.



















