Warga setempat yang mengetahui adanya wisatawan terjebak di lokasi wisata Ranu Gumbolo kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pagerwojo dan BPBD Tulungagung untuk melakukan evakuasi. Tercatat setidaknya terdapat 10 orang wisatawan yang terjebak di Ranu Gumbolo akibat peristiwa tanah longsor itu.
“Materiel tebing yang longsor sangat tebal dengan panjang 20 meter dengan lebar 5 meter serta ketinggian longsor 30 meter,” ungkapnya.
Setelah menerima laporan tersebut, jelas Nanang, petugas Polsek Pagerwojo bersama BPBD Tulungagung dan warga setempat pun melakukan evakuasi dengan memutari jalan desa yang aman dan masih bisa dilintasi. Beruntung, 10 wisatawan tersebut berhasil dievakuasi tanpa jatuhnya korban luka maupun korban jiwa.
Setelah evakuasi tersebut, petugas BPBD Tulungagung bersama relawan dan Pemdes Mulyosari sudah mengupayakan untuk membuka akses jalan yang tertutup material longsor. Meski begitu, proses tersebut dilakukan dengan prosedur yang tepat mengingat lokasi tersebut saat ini masih terus diguyur hujan.
Baca Juga :Kasus Mutilasi Uswatun Khasanah, Polda Jatim Terus Lakukan Pengembangan
“Hari ini sebenarnya masih proses pembersihan material longsor untuk membuka akses jalan. Tetapi karena masih terjadi hujan, proses pembersihannya pun dilanjutkan esok hari karena dikhawatirkan terjadi longsor susulan,” pungkasnya.



















