Kediri, SEJAHTERA.CO – Data sapi yang mati akibat penyakit mulut dan kuku (PMK) per Kamis (30/1/2025) sore ada 40 ekor dari data sebelumnya yang hanya 28 ekor, dan ini meningkat 13 ekor. Rata-rata kematian sapi yang belum tervaksin dan terpapar PMK. Sedangkan data kasus sapi tergejala PMK ada 1040 ekor dan proses penyembuhan 900 ekor.
Plt Kepala DKPP Kabupaten Kediri drh. Tutik Purwaningsih menyebutkan sapi mati tersebut karena gejala yang tidak parah dan sudah berusaha ditangani namun sudah tak tertolong dan sapi mati karena tidak tervaksin sebelumnya. Hingga penularan yang cepat.
“Untuk pengobatan terus berkelanjutan agar proses sembuh bisa sesuai target. Kita berharap peternak cepat lapor ke petugas jika sapinya tergejala PMK. Kita berusaha mengobati agar kematian sapu bisa turun,” jelasnya, Jumat 31/1/2025).



















