Meski hanya ada dua log atau kayu berbentuk kotak yang menjadi sarang lebah madu klanceng mampu menjadi jujugan wisatawan. “Sarang lebah ada di halaman Balai RT.
Sementara tak jauh dari balai juga kami tanami bunga. Seperti bunga santos lemon dan air mata pengantin. Bunga ini menjadi asupan makanan lebah. Warga juga banyak yang menanamnya,” katanya.
Nah, ide untuk membuat wisata baru itu dalam rangka meramaikan kampung Bongares yang dulu pernah viral dan menjadi jujugan. Dengan adanya wisata sarang lebah klanceng, wisatawan bisa menikmati suasana sekaligus menikmati madu dari sarangnya langsung.
“Pertimbangannya karena unik dan jarang digeluti wisata sambil sedot madu lebah. Apalagi, khasiat madu klanceng juga tak kalah dengan lebah madu,” katanya.
Dia mengatakan, untuk budidaya lebah klanceng tak sulit. Syaratnya harus telaten. Karena berkaitan dengan koloni atau kawanan. Ketika pemimpin atau ratunya sudah dikumpulkan, mudah untuk membudidayakannya. Sementara untuk kotak penampung sarang, bisa dibuatkan benda seperti kotak kayu segi empat. Nantinya, tempat itu bakal dijadikan markas untuk bersarang.
“Awalnya, saya dulu beli sarangnya Rp 2,5 juta. Ada dua sarang dan akhirnya membuahkan hasil,” jelasnya.
Saat ini, berkat destinasi wisata anyar itu lambat laun Bongares yang terkenal dengan foto 3 D itu Kembali ramai. Setiap hari kerap dikunjungi para wisatawan. Selain selfie dengan foto 3 dimensi, juga mencicipi sensasi madu klanceng langsung dari sarangnya.
Untuk bisa mencicipi madu dan foto-foto selfie 3 D, cukup membayar Rp 10 ribu saja. “Sementara masih hanya dua sarang saja. Tetapi sudah bisa menghasilkan madu hingga 600 mililiter,” katanya. Di pasaran saja, harga madu klanceng sudah tembus Rp 700 ribu per liter.



















