Suwarni mengatakan jika pihaknya telah melakukan penyuluhan terkait penanganan kondisi tersebut. Salah satunya, petani bisa membuat saluran pembuangan air agar lahan tidak terus tergenang serta pemberian mikroorganisme.
“Karena memang kondisinya air tergenang, jadi langkahnya perlu pembuatan saluran pembuangan. Selain itu, pemberian mikroorganisme juga dapat membantu mengaktifkan kembali kesuburan tanah dan menormalkan tingkat keasaman,” urainya.
Baca Juga :Dispendukcapil Kabupaten Kediri Beri Pelayanan Adminduk Lengkap
Lebih lanjut, langkah langkah tersebut sebaiknya dilakukan sebelum masa tanam agar kondisi tanah kembali optimal untuk pertumbuhan padi. Dengan demikian, keterlambatan panen akibat keasaman tanah bisa diminimalisir.
“Ciri ciri yang terkena asem-aseman itu pertumbuhannya stagnan, karena memang faktor kondisi tanah, jadi idealnya diperbaiki sebelum masa tanam dimulai,” pungkas Suwarni.



















