Secara umum warga dari berbagai daerah telah mengikuti Program Pelatihan Ketahanan Pangan untuk menambah keahlian dan wawasan pertanian.
“Alhamdulillah kami senang dan puas mengukuti pelatihan ini. Ini sudah gelombang yang kelima dengan jumlah peserta sekitar 140 orang, kalau dijumlah semuanya dari gelombang satu, dua samlai lima mungkin sudah 600 orang lebih,” kata Jatmikowati peserta dari JKPHS Sidoarjo.
Baca Juga :Polres Batu Bakal Tindak 10 Pelanggaran dalam Operasi Keselamatan Semeru 2025, ini Sasarannya
Kus Hartono Ketua Bidang Pendidikan Pesantren Jati Diri Bangsa menjelaskan betapa pentingnya kesadaran bernegara. Perlu disadari bahwa proses berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia ini melalui perjuangan yang sangat panjang 350 tahun dengan cucuran darah dan air mata.
“Kalau kita sadar dengan hal ini maka kita akan mengerti bahwa tidak gampang menbentuk negara itu. Maka negara ini adalah nikmat Alloh yang Agung yang harus kita jaga, kita syukuri, jangan malah dikotori dan para pejabat pemerintah harus memberikan contoh yang baik,” ujar Kushartono.
“Jangan semua menunggu angaran, harus rela berkorban seperti mensukseskan Program Ketahanan Pangan ini cermin sadar bernegara,” sambungnya.
Baca Juga :SNPMB Akhirnya Diperpanjang, ini Keterangan Kepala Sekolah SMKN 3 Blitar
Kus menambahkan tanpa ada kesadaran bernegera, Kus yakin Indonesia tidak akan pernah bisa maju. Jadi boleh dikata Pesantren Jati Diri Bangsa ini hadir untuk membantu negara, makanya pelatihan Program Ketahanan Pangan ini gratis



















