Blitar, SEJAHTERA.CO – Demam berdarah dengue atau DBD tetap menjadi momok warga Kota Blitar. Selama Januari hingga Februari 2025 ini saja sudah ada 20 kasus DBD, tetapi belum ada kasus meninggal dunia.
Hal itu diungkapkan Administrator Kesehatan Ahli Madya, Dinas Kesehatan Kota Blitar, Trianang Setyawan. Dia mengatakan puluhan kasus DBD itu ditemukan di sejumlah kecamatan di Kota Blitar. Dibanding dengan bulan-bulan sebelumnya, kasus temuan DBD tinggi.
“Iya, ada 20 kasus DBD. Sebanyak 20 kasus itu selama Januari hingga pertengahan Februari ini saja. Kami minta warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kebersihan lingkungan,” kata Trianang Setyawan, Minggu (16/2/202).
Baca Juga :Kembangkan Wisata, Disbudpar Kota Blitar Usulkan Pengadaan Mobil untuk Pariwisata
Dia mengatakan kasus DBD identik dengan puncak musim hujan. Musim hujan sendiri menjadi obyek para nyamuk untuk berkembangbiak. Maka dari itu, salah satu pemberantasan nyamuk adalah dengan meminimalisasi perkembangbiakan.
Caranya dengan menutup, mengubur atau menguras bak mandi yang bisa menjadi tempat berkembang biak nyamuk. Nah, selain DBD juga ada kasus demam dengue atau DD. Untuk DD pada waktu yang sama ditemukan kasus 97 laporan.
Perbedaan DD dengan DBD, jika DBD kondisinya sudah perlu penanganan serius. Sementara DD adalah gejala awal dari DBD.



















